Kota Bengkulu

Misskom, Kapuskes Beringin Raya Kena Imbas

BETVNEWS – Kepala Puskesmas Beringin Raya Mardiah, terhitung sejak Sabtu (28/8/2021) dipindahtugaskan menjadi staf di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Hal ini merupakan imbas dari Puskesmas Beringin Raya disebut telah menolak pasien yang hendak berobat di Puskesmas pada Jum’at (27/8/2021) kemarin.

Awalnya, Nenek Faridah (70) menderita diare hendak berobat ke Puskesmas Beringin Raya, namun petugas pendaftaran mengarahkan nenek Farida berobat ke puskesmas Ratu Agung yang saat ini sudah berganti nama menjadi Puskesmas Muara Bangkahulu, lantaran faskes yang dimiliki nenek Faridah rujukannya ke Puskesmas tersebut.

Namun, terjadi kesalahpahaman di keluarga nenek Faridah, yang justru menilai bahwa Puskesmas Beringin Raya menolak pasien yang hendak berobat.

Akibatnya, Walikota Bengkulu Helmi Hasan langsung mengambil tindakan tegas berupa pencopotan jabatan Kepala Puskesmas Beringin Raya Mardiah, dengan tujuan agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya di Kota Bengkulu.

“Ibu Mardiah, yang selama ini menjadi di Kepala UPTD Puskesmas Beringin Raya, maka dialihkan tugas menjadi pelaksana pada Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, dan selanjutnya supaya tidak terjadi kekosongan jabatan, maka ditunjuk sebagai Plt Kepala Puskesmas Beringin Raya, dr. Munik Setiasih,” Sampai Kepala Dinas Kominfosan Kota Bengkulu Eko Agusrianto, pada konferensi pers yang digelar pada Sabtu malam (28/8/2021) di ruang Medcan.

Lebih lanjut dikatakan Eko, seharusnya di layanan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas ini, ketika ada masyarakat yang hendak berobat harusnya tetap dilayani, meskipun faskesnya berbeda tempat.

Atas kejadian ini, Mardiah pun meminta maaf kepada masyarakat Kota Bengkulu terkhusus kepada nenek Faridah, iapun mengaku siap dan akan menerima dengan lapang dada konsekuensi untuk dirinya.

“Dengan kejadian ini, saya selaku Kepala Puskesmas Beringin Raya memohon maaf atas pelayanan kami yang kurang baik, kedepannya kami akan melakukan pelayanan yang lebih baik, pelayanan yang prima sesuai ketwntuan yang berlaku, semoga kejadian ini tidak terulang kembali, dan saya menerima konsekuensi atas kejadian ini,” Ungkap Mardiah.

(Nay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *