Kota Bengkulu, Pemerintahan

Lagi-lagi Pemenang Lomba di Tabut Kecewa saat Datangi Dikbud

Para pemenang lomba saat menghadap PPTK

BETVNEWS – Belasan orang perwakilan pemenang lomba tabut rabu pagi (4/10) kembali mendatangi kantor dinas pendidikan dan kebudayaan kota Bengkulu. Kedatangan belasan orang ini meminta klarifikasi dan kejelasan anggaran hadiah yang mereka terima.

Menurut Mulyanto pemenang juara 2 lomba telong-telong, dalam pemberian hadiah  lomba telong – telong, tari kreasi, permainan rakyat dan musik dol, diduga ada pemotongan dan permainan dari kabid kebudayaan. Pasalnya hadiah pemenang lomba pada tahun ini  yang mereka terima lebih kecil dibanding hadiah tahun lalu.

“Dugaan saya ada permainan yakni ada pemotongan hadiah lomba. Tahun kemaren hadiah lumayan besar, tahun ini tidak sebanding dengan modal yang sudah dikeluarkan. Kalau memang tahun ini anggaran hadiah lebih kecil, kami terima dengan catatan kami menyatakan mosi tidak percaya kepada dinas dikbud kota untuk menjadi panitia di tahun 2018 mendatang” Ujar Mulyanto kesa.

Sementara saat hendak ditemui, kabid kebudayaan Martiana Ningsih lagi-lagi sedang dinas luar dan belasan perwakilan pemenang ini hanya menghadap PPTK Irwan Fansuri. Sayangnya Irwan mengaku tidak dilibatkan dalam pengadaan hadiah lomba lantaran semua diatur oleh sang kabid, sehingga ia tidak bisa banyak memberikan penjelasan.

“Saya tidak dilibatkan dalam pengadaan hadiah lomba. Namun untuk anggran hadiah kalau tidak salah sekitar 48 juta rupiah. Anggaran ini dibagi empat perlombaan dan memang lebih kecil dari tahun lalu yang mencapai 60 juta rupiah” Kata Irwan.

Baca Juga : Pemenang Lomba Tabut Ramai-ramai Kembalikan Hadiah

Selain itu hadiah setiap perlombaan menurutnya dibagi 6 yakni untuk juara 1 hingga 3 dan juara harapan 1 hingga harapan 3. Sedangkan tahun lalu hanya dibagi 3 yakni untuk juara 1 hingga juara 3 saja. Dengan demikian wajar jika hadiah yang diterima tahun ini lebih kecil dibanding tahun lalu.

Namun pernyataan PPTK ini langsung dibantah oleh para pemenang, salah satunya p[emenang juara 1 lomba telong-telong, Hendi.  IA memastikan jika sejak tahun-tahun sebelumnya untuk juara tetap diambil hingga harapan 3. Mereka pun menilai pihak dinas dikbud tidak transparan. Untuk itu di tanggal 12 pekan depan pihaknya akan membawa massa lebih banyak lagi untuk mempertanyakan hal ini ke dinas Dikbud kota Bengkulu.

“Kita akan bawa massa lebih banyak lagi di tanggal 12 nanti. Apapun hasilnya kita berharap ini dapat diselesaikan dengan caro damai” Tutup Hendri.

(Aris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *