Kaur, Pemerintahan

DKP Ancam Tarik Bantuan untuk Nelayan Kaur

Kepala DKP Kaur, Edwar Heppy

BETVNEWS,- Terungkapnya penangkapan benur (Anakan udang lobster) di Kabupaten Kaur beberapa waktu lalu menjadi perhatian Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat. Selain itu, mahalnya harga jual benur menjadi magnet tersendiri bagi nelayan yang enggan menangkap ikan. Akibatnya, harga ikan dipasaran mengalami kenaikan.

Kepala DKP Kaur, Edwar Heppy mengaku telah melakukan berbagai upaya agar nelayan tidak  beralih profesi yang berdampak negatif bagi ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan penempelan stiker dibeberapa tempat strategis.

“Himbauan sudah kita lakukan kepada para nelaya agar tidak melakukan hal tersebut, dan sejumlah stiker sudah kita tempel di tempat-tempat agar nelaya bisa mengetahuinya,” jelasnya.

Selain diancam pindana kurungan, Dinas DKP pun tak segan-segan diberikan sanksi tegas, bagi nelayan yang membandel. Salah satunya, menarik seluruh bantuan yang akan diberikan kepada nelayan tersebut.

“Nanti apabila masih ada yang terbukti dan tertangkap tangan menangkap benur atau baby lobster di laut bebas Kabupaten Kaur. Nelayan diberikan dua tindakan tegas, diproses secara hukum dan menarik bantuan yang akan dan sudah kita berikan,” tegasnya.

(Awan Bace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *