Pemerintahan

Bulog Targetkan 22 Ribu Ton Pengadaan Beras Lokal Bengkulu

BETVNEWS – Setelah berhasil meluncurkan Bantuan Sosial Beras Sejahtera atau Bansos Rastra sebanyak 1.326 ton, Perum Bulog Divisi Regional Bengkulu kini menargetkan pengadaan 22 ribu ton beras lokal yang akan diambil dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.

Target pengadaan beras lokal ini meningkat drastis dibanding tahun 2017 lalu, yang hanya 2 ribu ton saja. Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, pihaknya segera berkoordinasi dan menggelar pertemuan baik dengan Plt Gubernur maupun para Bupati dan Walikota, sehingga target pengadaan beras lokal dapat tercapai.

Beras ini nantinya akan diprioritaskan untuk penyaluran program bansos rastra, sehingga beras yang dibagikan ke masyarakat Keluarga Penerima Manfaat atau KPM benar-benar baru serta tidak berbau.

“Target kita 22 ribu ton untuk tahun ini. Meski tak mudah, tapi kita akan berupaya dengan berkoordinasi ke Plt Gubernur serta Bupati dan Walikota. Beras ini nantinya akan kita utamakan untuk alokasi Bansos Rastra. Sehingga beras yang diterima KPM benar-benar beras lokal Bengkulu” tutur Kepala Perum Bulog Divre Bengkulu, Dedi Sabetra.

Pihaknya juga akan mensosialisaikan kepada para petani bagaimana cara agar kualitas beras lokal menjadi lebih baik. Pasalnya selama ini produksi petani lokal yang masih menggunakan sistem manual, membuat beras yang dihasilkan kurang maksimal, meskipun dari segi rasa jauh lebih baik ketimbang beras Impor.

Terkait dengan harga beras lokal yang akan dibeli dari para petani lokal nantinya, pihaknya tetap akan melihat dari kualitas. Namun yang jelas pihaknya berkomitmen untuk mensejahterakan para petani lokal Provinsi Bengkulu.

“Untuk harga kita sesuai dengan ketentuan. Tapi bisa jadi harga yang kita beli dari petani akan lebih mahal jika beras yang dihasilkan benar-benar berkualitas” tambah Dedi Sabetra.

Sementara meski pemprov nantinya mengimpor beras dari luar (Impor), pihaknya berharap beras terbsebut tidak didistribusikan ke Bulog Bengkulu. Hanya saja jika tetap didistirusikan, maka hanya sebatas stok atau baffer stock, untuk antisispasi manakala terjadi kenaikan harga yang signifikan. Pihaknya akan lebih mengutamakan pengadaan dan penyerapan beras lokal Bengkulu, yang bertujuan untuk mensejahterakan petani lokal.

(Oki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *