Rejang Lebong

BPBD Rejang Lebong Sosialisasi Desa Tangguh Bencana

Sekda RA Deni saat menyampaikan sambutan sebelum sosialisasi dibuka

BETVNEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu pagi (29/9) menggelar koordinasi dan sosialisasi program Desa Tangguh Bencana (Destana) di gedung pola kantor bupati Rejang Lebong.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Sekda, R.A. Denni mengutarakan harapannya kepada para peserta agar bisa berbagi ilmu yang telah didapat setelah mengikuti kegiatan ini kepada masyarakat.

“Diharapkan bukan hanya kita saja yang mengetahui itu, tetapi masyarakat juga harus tahu apa yang mesti dilakukan jika terjadi bencana baik gempa, longsor dan gunung meletus dan sebagainya,” harapnya.

Lebih lanjut, R.A. Denni juga menegaskan jika Curup menjadi daerah dengan potensi bencana yang komplit, karena semua potensi bencana ada.

“Kita mesti ingat, Curup ini untuk bencana bisa dibilang paket komplit karena semua potensi bencana ada baik itu banjir, gempa, longsor dan gunung meletus” tegasnya.

Dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tersirat bahwa upaya penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama semua unsur, yakni pemerintah, lembaga non-pemerintah, dunia usaha, dan partisipasi aktif masyarakat. Sejak tahun 2012, Kedeputian Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB telah menyelenggarakan penguatan kelembagaan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan pengetahuan pemerintah daerah hingga masyarakat pada suatu program yaitu Desa Tangguh Bencana.

Desa Tangguh Bencana (Destana) adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, Kemampuan mandiri berarti serangkaian upaya yang dilakukan sendiri dengan memberdayakan dan memobilisasi sumber daya yang dimiliki masyarakat desa untuk mengenali ancaman dan risiko bencana yang dihadapi, meliputi juga evaluasi dan monitoring kapasitas yang dimilikinya.

Kegiatan koordinasi dan sosialisasi Destana ini diikuti oleh 70 orang peserta yang berasal instansi terkait seperi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PMI dengan jumlah 10 peserta, dan dari Destana Kabupaten Rejang Lebong, yaitu desa Suka Menanti dan Talang Blitar sebanyak 60 orang.

“Kita harapkan kepada semua peserta, setelah mengikuti kegiatan ini jika terjadi bencana, mereka bisa menolong dirinya dan masyarakat, dan tentunya masyarakat menjadi tangguh menghadapi serta melakukan tindakan jika terjadi bencana.” tutup Basuki, Kepala BPBD Rejang Lebong.

(Abi ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *