Kriminal, Rejang Lebong

5 Bulan Buron, Polisi Gadungan Ditangkap

BETVNEWS,- Setelah berbulan-bulan buron, I-J sang Polisi gadungan pelaku perampasan motor dan tas berisi HP, uang milik ABG akhirnya berhasil diringkus tim Sat Narkoba Polres Rejang Lebong.

“Jadi I-J ini kita tangkap karena terlibat kasus narkoba, dan setelah dilakukan pengembangan ternyata tersangka juga merupakan pelaku perampasan motor dan tas milik Ratika Finola, yang terjadi di daerah Kampung Delima beberapa bulan yang lalu” jelas Kapolres, AKBP. Ordiva, didampingi Kasat Reskrim, AKP. Jery Antonius Nainggolan, melalui KBO Sat Reskrim, Iptu. Ateng.

Didapati informasi, aksi perampasan yang dilakukan I-J terjadi pada tanggal 6 Juni 2018, tepatnya di gang sebelah SMPN 6 Kampung Delima, sekitar pukul 21.00 WIB, yang mengakibatkan korban bernama Ratika Finola (18) warga jalan A.Yani, Kelurahan Sukaraja, harus kehilangan motor matic , nopol BD 6740 CE, dan tas berisi 2 HP, KTP beserta uang tunai Rp. 300.000. Dalam menjalankan aksinya, I-J mengaku sebagai Polisi, akibat perbuatannya, korban merugi Rp. 14.000.000,-.

Dari pengakuan I-J saat di wawancara BETV, dirinya melakukan aksinya bersama dengan kedua temannya dan mereka telah sering melakukan aksi perampasan kendaraan sepeda motor di berbagai tempat bukan hanya di wilayah Curup, tetapi juga terlibat aksi kriminal di daerah Kepahiang.

“waktu itu saya melakukan perampasan berdua dengan teman dan memang waktu itu mengaku sebagai anggota kepolisian. Dan kita juga pernah melakukan pencurian kendaraan bermotor di Kepahiang” ungkapnya.

Saat ini I-J masih menjalani pemeriksaan instensif di Sat Reskrim Polres Rejang Lebong, dan Iptu. Ateng juga menjelaskan bahwa tersangka merupakan DPO Polri.

“kita masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka IJ, karena ia merupakan DPO lama kita untuk kasus ranmor di beberapa tempat lainnya, dan untuk pasalnya akan kita kenakan pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan,” ujarnya

“Dan untuk terduga pelaku lainnya, identitasnya sudah kita kantongi dan akan terus akan kita lakukan pengejaran,” singkatnya.

(Abiza)

1 Comment

  1. Kenapa mukanya harus di sensor..saran kl pelaku kejahatan tak perlu di sensor agar masyarakat sekitar tau..dan dapat mengantisipasi seandainya pelaku mengulangi lg kejahatannya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *