Kota Bengkulu, Pemerintahan

37 Peserta se-Sumatera Ikuti Latihan Gelar Komunikasi

BETVNEWS,- Bertempat di Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu dilakukan pembukaan Latihan Gelar Komunikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Direktorat Sistem Komunikasi, Selasa (15/6) pagi. Hadir dalam kegiatan ini Deputi Sarana dan Prasarana Badan Pencarian dan Pertolongan, Gubernur Bengkulu, TNI & Polri, dan unsur Forkopimda.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini melibatkan 37 orang peserta Se-Sumatera baik itu dari Bengkulu, Jambi, Palembang, Lampung, Padang dan provinsi lain yang ikut melalui via zoom.

Deputi Sarana dan Prasarana Basarnas Masekal Muda Suparmono kegiatan ini mengecek kesiapan sistem komunikasi yang ada di Basarnas, terintegrasikan antara pusat dengan UPT kantor SAR yang ada di wilayah. Untuk itu gelar ini dilakukan juga untuk memastikan apakah alat komunikasi tersebut masih berfungsi atau tidak.

“Menjadi tuan rumah, Bengkulu saat ini Covid-19 menjadi daerah paling aman di bandingkan Provinsi lainnya yang ada di Sumatera. Bengkulu memiliki Pantai yang panjang mulai Lampung sampai ke Sumatera Barat, sehingga diperlukannya komunikasi yang handal”, kata Masekal Muda Suparmono

Rohidin Mersyah, Gubernur Bengkulu mengatakan bahwa kegiatan ini begitu sangat positif agar meningkatkan kemampuan SDM yang ada serta kegiatan ini juga untuk memastikan sarana dan prasarana, guna melihat apakah sarana dan prasarana ini dapat di fungsikan dengan cepat dan tepat. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyambut baik kehadiran Basarnas karena sangat membantu di masa-masa sulit dalam hal kebencanaan.

“Ini sangat positif, untuk mengetahui apakah sarana dan prasarana ini dapat di fungsikan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.

Sementara itu, Kakansar Bengkulu Abdul Malik, menjelaskan dalam kebencanaan untuk di Bengkulu sendiri kesiapan personil kita quick respon yaitu 25 jam, baik itu mulai dari menerima informasi sampai ke lokasi. Kegiatan gelar komunikasi yang tidak dapat ditinggalkan karena tanpa komunikasi maka kita tidak dapat koordinasi memberikan informasi kepada potensi-potensi yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Bahwa provinsi Bengkulu merupakan daerah rawan bencana dan juga terdapat sesar Enggano, sehingga yang paling utama dibutuhkan yakni komunikasi. Dalam kegiatan ini kita menggunakan komunikasi baik itu analog dan digital”, ungkap Abdul Malik.

Tambahnya apabila bencana yang terjadi di Provinsi Bengkulu dan lokasi yang terdampak mengalami black spot artinya komunikasi yang kita dirikan yakni sifatnya analog, tanpa menggunakan listrik banyak dan internet sehingga kita menggunakan telepon satelite dan HT satelite.

“Alat dan personil tentunya belum sangat memadai, karena masih banyak kurangnya. Basarnas Bengkulu hanya memiliki 83 orang personil, sehingga belum mampu menangani 9 kabupaten dan 1 kota. Disini multi banjir, longsor, gempa mudah-mudahan negeri kita ini aman” tutup Kakansar Bengkulu.

(Naufal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *