Covid-19, Rejang Lebong

1 Warga Kota Curup Reaktif Covid-19, 46 Tenaga Medis Dikarantina

Kepala Dinas Kesehatan, Syamsir, S.Km, M.Km,

BETVNEWS,- Penyebaran pandemi Covid 19 mulai memasuki Kabupaten Rejang Lebong, dengan adanya salah seorang warga Kota Curup berjenis kelamin perempuan berusia 71 tahun yang berdomisili di Kecamatan Curup Timur.

Syamsir, S.Km, M.Km, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Kabupaten Rejang Lebong membenarkan adanya salah seorang warga yang reaktif Corona dan selanjutnya pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan swab test corona yang telah dikirimkan ke Padang.

“Langkah selanjutnya pemeriksaan swab dan hari ini dikirim ke Padang” ujarnya.

Selain itu, Syamsir menerangkan dengan adanya pasien reaktif ini maka 46 orang yang pernah kontak, yang terdiri dari dokter, perawat dan tenaga kebersihan dirumah RSUD dengan pasien Jumat (8/5) pagi langsung di karantina di Hotel Bukit Kaba, Gedung Balai Latihan Kesehatan Masyarakat (BLKM) Cawang Baru, Guest House Pemda dan Balai Diklat Danau Mas Harun Bastari (DMHB). Kemudian akan dilakukan rapid test serta keluarga korban pun diisolasi mandiri dirumahnya.

“46 tenaga medis mulai dari IGD sampai ruangan yang melakukan kontak dengan pasien lansung kita rapid test hari ini dan telah kita karantina di Hotek Bukit Kaba, Gedung BLKM, Guest House Pemda dan Balai Diklat di Danau Mas Harun Bastari sampai hasil swab keluar” terangnya.

Ia pun menjelaskan pasien ini memiliki riwayat medis sesak napas, dan dirawat ke RSUD Curup di jalur dua Kepahiang sejak Rabu lalu (06/05). Dan kemarin (06/05), saat pasien ini mau dirujuk ke ICU dan setelah dilakukan rapid tes hasilnya reaktif.

Disisi lain, Syamsir pun menghimbau kepada masyarakat jangan ketakutan dengan adanya pasien reaktif, tetapi harus waspada dan ikuti petunjuk dari Pemerintah Pusat dan Daerah, mulai dari hindari kerumunan, membiasakan cuci tangan pakai sabun, melakukan pola hidup sehat serta perbanyak makan buah sayur dan vitamin. Dan untuk pasien yang reaktif ini belum tentu positif.

“Ketika berbicara konfirmasi positif Corona, itu harus dipastikan sudah di swab. Tetapi rapid reaktif, itu belum tentu positif” pungkasnya.

(Abiza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *