Kota Bengkulu, Politik

KPU Kota Lantik 45 PPK dan 201 PPS

BETVNEWS – Komisi pemilihan umum kota BENGKULU, sabtu (11/11) pagi melantik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan bertugas pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu tahun 2018 mendatang.

Total PPK dan PPS yang dilantik berjumlah 45 orang untuk PPK yang terdiri 9 kecamatan dengan rincian masing-masing 5 orang di setiap kecamatan, dan 201 orang untuk PPS yang terdiri dari 67 kelurahan dengan rincian 3 orang di masing-masing kelurahan.

Ketua KPU Kota Bengkulu Darlinsyah yang memimpin langsung jalannya pelantikan PPK dan PPS ini, dalam sambutannya berpesan kepada para PPK dan PPS untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas terhitung mulai hari ini.

“Kita sebagai penyelenggara diwajibkan untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas, karena nantinya akan banyak calon walikota dan wakil walikota yang akan mendekati kita agar berpihak kepada calon-calon tertentu,” tegas Darlinsyah.

Tidak hanya itu, Darlinsyah juga meminta kepada para PPK dan PPS untuk mengorbankan waktunya dalam bertugas, lantaran dalam masa kerjanya selama 8 bulan kedepan para PPK dan PPS ini akan bekerja selama 24 jam penuh.

“Mulai hari ini PPK dan PPS yang baru saja dilantik akan bekerja selama 8 bulan kedepan yakni hingga 11 Juli 2017, dan diwajibkan untuk bekerja penuh waktu, tidak terbatas dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore saja, tapi bisa kerja hingga 24 jam,” Ungkap Darlinsyah.

Sementara itu, para PPK dan PPS yang dilantik ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ASN, mantan camat, mantan kepala KUA, supir angkot, hingga tukang ojek. Melihat hal itu Darlinsyah juga menambahkan bahwa pihaknya tidak melihat latar belakang pekerjaan dari masing PPK dan PPS yang sudah dilantik, namun yang terpenting ialah sejauh mana pengetahuan yang bersangkutan tentang sistem penyelenggaraan pemilihan umum.

“Saat seleksi, kami tidak menilai latar belakang pekerjaan dari para PPK dan PPS, tapi yang kami nilai ialah sejauh mana pengetahuan mereka tentang penyelenggaraan pemilu, dan sejauh mana pula integritas yang mereka miliki,” tutup Darlinsyah.

(Yudha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *